BENTUK TANGUNG JAWAB NOTARIS TERKAIT PEMBUATAN AKTA OTENTIK PADA SAAT PANDEMI COVID-19 (Studi Kasus di Kantor Notaris Iman Immanuel Sinaga SH Jepara)

  • Surya Wahyu Hanggara Siti Sri Utami UIN Raden Mas Said Surakarta
Keywords: Notaris, Akta Otentik, Pandemi Covid-19.

Abstract

Notaris dan PPAT merupakan sebagai pejabat publik yang dimandatkan oleh peraturan perundang-undangan (UU No. 30 Tahun 2004) diberikan kewenangan untuk membuat akta otentik, yaitu sebuah pembuktian tertulis yang memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna bagi masyarakat; peraturan perundangan mengatur dengan tegas bahwa syarat utama otentisitas sebuah akta otentik adalah kehadiran para pihak di hadapan Notaris/PPAT (Pasal 1868 Kitab Undang-undang Hukum Perdata). Hingga saat ini sejak dikeluarkannya Surat Himbauan Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP-INI) tertanggal 17 Maret 2020, kantor Notaris dihimbau untuk mengurangi aktivitas di kantor atau di luar kantor dan apabila tidak ada keperluan yang mendesak, pekerjaan-pekerjaan yang wajib diselesaikan, semaksimal mungkin diselesaikan di rumah. (Surat Himbauan PP INI Nomor 65/33-III/PP-INI/2020). Kekhawatiran akan Covid-19 oleh para notaris dalam pembuatan akta menjadikan sistem yang sudah berlajan harus di atur ulang seaui ketentuan pemerintah.

References

SUMBER BUKU:
Nyoman, Gede Remaja I. 2017. Hukum Administrasi Negara. Singaraja, Buku Ajaar 2017 Fakultas Hukum Universitas Panji Sakti.

SUMBER LAIN:
Prajogo Gana dan Salam Abdul. 2022. Otentisitas Akta Notaris yang Ditandatangani Melalui Online Dimasa Pandemi Covid 19, PALAR (Pakuan Law Review). Vol 8, No 1.
Suyudi Prita Miranti, Notaris/PPAT dan Pandemi Covid-19, https://www.hukumonline.com/berita/a/notaris-ppat-dan-pandemi-covid-19-lt5e8efcaac54aa?page=1, diakses 13 September 2022, 14:00.

Nurkasanah, Ida. 2015. “Pertanggungjawaban Notaris Terhadap Akta Otentik Yang Dibuat Di Hadapannya (Studi Terhadap Notaris Di Kota Semarang)”. Skripsi. Fakultas Hukum, Universitas Semarang.
Published
2022-11-11